MENGULIK ARTI MAKNA "SAHABAT"

Oleh :  Fikri Haekal Akbar (Staf Biro IPTEK)


Istilah Sahabat tentu tidak asing bagi kawan-kawan yang sedang berkecimpung di panji pergerakan, bahkan diluar panji kebanyakan mahasiswa juga pasti sudah mengetahui bahwa kata "sahabat" sangat identik dan melekat di organisasi pergerakan ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Sahabat artinya kawan, teman dan handai. Bisa dibilang lebih ke teman akrab atau dekat. Sedangkan menurut Bahasa Arab berasal dari kata صَاحِب (shahib). Redaksi kata shâhib dalam bahasa Arab tersebut bermakna teman, kawan, sahabat, semasa, seseorang yang menyertai.

Tentu ada makna sendiri mengapa kawan-kawan PMII selalu memanggil rekan-rekannya Sahabat dan Sahabati. Secara historis, kata sahabat ini sering diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memanggil orang-orang yang dekat dengan beliau, bahkan memposisikan panggilan sahabat sebagai seseorang yang sangat berharga. Karenanya sahabat-sahabat Nabi jualah yang meneruskan perjuangan syi'ar Islam setelah beliau wafat.

Kata "sahabat" juga dimaknakan agar para kader-kader PMII selalu mencontoh dan mengikuti perjuangan para sahabat-sahabat Nabi dalam memperjuangkan hak dan keadilan serta menggemakan dakwah Islam. Tentunya hal ini selaras dengan “Khairun Nas Anfa’uhum lin Nas” yaitu sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi manusia yang lain. 

Maka dari itu dengan memanggil rekan-rekan di sekitar dengan kata "sahabat", terkhusus dalam lingkup PMII yang berideologi sama dengan dirinya, diharapkan baik dirinya (yang memanggil) ataupan orang (yang dipanggil) sama-sama mendapatkan barakah dan dapat mencontoh perilaku sahabat-sahabat Nabi. Karena sebuah panggilan merupakan doa yang senantiasa teralun dari siapapun yang memanggil untuk yang dipanggilnya. Begitu dalam arti dan harapan dari panggilan "sahabat" tersebut.

 

Lebih baru Lebih lama